Friday, August 5, 2011

Soimah Pancawati 'Ditawar' Rp 1 M oleh Pengusaha Kalimantan

Jumat, 05/08/2011 15:09 WIB

Jakarta Banyak pengalaman pahit dialami Soimah Pancawati dalam menapaki profesinya sebagai sinden. Ia mengaku pernah diiming-imingi uang Rp 1 miliar agar mau diajak ‘tidur’ oleh seorang pengusaha di Kalimantan.

Soimah mengisahkan, ketika itu ia sedang tampil di Kalimantan yang didanai oleh seorang pengusaha setempat. Mungkin karena bagus, ia diundang kembali. Namun harus datang sendiri tanpa kawalan sang suami.

Merasa curiga, Soimah pun menolak ajakan tersebut. Tapi sang pengusaha tetap ngotot, bahkan terang-terangan 'menawar'-nya dengan bayaran Rp 1 miliar.

"Dia menelepon terang-terangan bilang, 'Kamu mau minta bayaran berapa? Sebut saja. Atau 1 M seperti artis
yang pernah sama saya?' Ya aku tolaklah," kisahnya.

Sejak berprofesi sebagai sinden, Soimah memang sering mendapat perlakuan tak menyenangkan. Memang, sejak dulu ada anggapan buruk soal profesi sinden. Ia pun berusaha untuk memperbaikinya.

"Sejak dulu kan sinden ada image yang nggak bagus. Sinden sering digawa dalange, sering dikeloni dalangnya. Dulu sering ada anggapan seperti itu. Dalang istrinya berapa, kebanyakan sinden. Nah aku pengen image itu nggak ada," jelasnya.

"Aku pengen membuktikan nggak semua sinden seperti itu. Aku tetap harus membawa nama baik sinden, jangan sampai nama sinden rusak gara-gara satu atau dua orang," tambahnya.
Untungnya Soimah kini punya Herwan Prandoko, suami yang juga merangkap manajernya. Sehingga ia tak khawatir jika harus bepergian manggung ke berbagai tempat karena merasa terbantu dan terlindungi.

"Aku kan orangnya gaptek. Kalau di duniaku sekarang ini kan membutuhkan teknologilah. Nah itu semua yang ngurus suamiku, kayak email, Facebook, Twitter. Itu membantuku banget," paparnya.

Perkenalan Soimah dengan pria yang akrab disapa Koko itu memang lama. Ia merupakan adik kelasnya ketika masih mengenyam bangku pendidikan Sekolah Menengah Karawaitan Indonesia (SMKI) di Yogyakarta dulu.

"Aku waktu itu kelas 2 SMKI dan dia kelas 1, adik kelas aku. Dia menurut aku ganteng dan saat itu tahun 1995 dia udah bawa mobil dan motor yang bagus-bagus. Nggak munafik, aku sebagai wanita suka. Makanya aku yang nembak dia," kenangnya blak-blakan.

Karena saat itu Soimah sudah sering tampil di berbagai acara, jadilah sang pacar dengan setia membantunya mengangkut barang dan mengantarnya ke berbagai tempat.

"Suamiku juga dulu punya truk pas masih pacaran. Jadi dia biasa ngantar-ngantar aku kalo wayangan. Ngangkut barang-barangnya, dia pake truk ngantar gamelan. Pulangnya pacaran pakai truk itu," sambungnya seraya tertawa.

Soimah merasa bersyukur karena suaminya bukanlah tipe pria pencemburu, sebaliknya justru selalu mendukung kariernya. Apalagi dari pernikahan mereka kini juga telah dikaruniai dua orang anak.



sumber : detik

No comments:

Post a Comment